Aleeka · Amma · Belajar lagi · feeling me softly

Game Level 2 – Melatih Kemandirian Anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Jujur, sampai kemarin, saya masih bingung dengan kemampuan kemandirian apa saja yang ingin dilatih ke Aleeka. Jadi ceritanya ini edisi galau ngerjain game level 2, yang judulnya harus punya one week one skill yang harus secara konsisten dicoba dilatih, 1 minggu 1 skill, minimal 1 skill 1 bulan, maksimal 4 skill.

Saya sedang coba mencari tahu milestone kemandirian apa saja yang seharusnya atau mungkin dapat dicapai oleh anak umur 3 tahun. Anyone ada yang tau? mungkin ada yang punya bagannya?

Dalam pengerjaan game level 2 ini memang sudah diberikan cluenya, saya ambil dari materi saja ya, saya copy paste yang bisa diterapkan untuk Aleeka (versi lengkapnya bisa dilirik di link ini, credit to Bunda Elma :), thank you Bun).

☘Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Untuk usia 1 – 3 tahun, Alhamdulillah.. Toilet training, makan sendiri, jelas untuk meminta sesuatu, pakai baju sendiri, sudah bisa pilih baju yang mana yang mau dipakai dan dia suka, ini sudah terlampaui. Walau malah terkadang, kami yang di rumah yang kepinginnya malah terus direpoti Aleeka. Kalau dia mau makan disuapi, pasti kami suapi, ah.. anak ini terlalu cepat besar, hiks.. Ok, go on dengan milestone selanjutnya ya.

☘Anak usia 3-5 th
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak
👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan
👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan
👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak
👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtua. Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

Hmm.. apakah sudah tepat saya berikan tugas seperti yang dicontohkan di atas ya? Mungkin kami yang terlalu under estimate terhadap kemampuannya? Rasanya kami yang belum mau dia tumbuh mandiri lebih jauh lagi. Hiks.. edisi baper juga nih ceritanya.

Rizqie Ifdhola Yusario-01
mula-mula dibantu, selanjutnya diberikan kepercayaan sendiri

Pernah satu hari, Aleeka kepingin bisa menggunakan pemanggang roti. Saya yang memang dasarnya sudah mencoba melatih kemandiriannya dari awal, membolehkan dia mencoba menggunakan toaster, di bawah pengawasan saya tentunya. Saya jelaskan bahwa alas toaster itu panas, itu sebabnya roti bisa terpanggang dan berwarna coklat. Dan kalau alasnya kena kulit, itu bisa menyebabkan luka. Saya jelaskan cara membuka, menutup dan menaruh roti di atas panggangan.

Cobalah dia membuka toaster yang sedang dipanaskan, suksesss percobaan menaruh roti dalam panggangan. Nah, yang kurang sukses itu setelah roti selesai dipanggang, pas roti mau diangkat menggunakan sendok, ga sengaja tangannya sedikit terkena alas toaster. Awalnya dia shock, ga lama nangisss kepanasan.. saya langsung oleskan minyak tawon yang sudah saya siapkan sebelumnya (minyak tawon ini mujarab sekali loh ibu-ibu, mau luka, benjol, melepuh, pake ini jadi mendingan, dan yang pasti ga sakit pas diolesin, dan Alhamdulillah tidak ada bekas luka yang berarti).

Hufh, memang nyeri banget kan itu yah, kita aja kena lepuh sedikit nyerinya minta ampun. Begitulah ya.. sejak itu, anaknya sendiri bukannya tidak kapok, saya yakin dia kapok, terbukti dengan percobaan lainnya dia sangat berhati-hati membuka dan menutup toaster, kalo ambil roti yang sudah dipanggang, biasanya saya yang akhirnya ambil, karena ga mau kejadian lagi.

Kalau soal melatih kemandirian dari kecil, saya yang termasuk cukup awal mengenalkan ini ke Aleeka, neneknya sih ga kepikiran de hehehe.. awalnya nenek mah maunya apa-apa dia yang bantu. Tapi sejak saya jelaskan sedikit-sedikit kenapa saya ko minta Aleeka mulai umur 1.5 tahun sudah boleh pilih baju sendiri, sudah saya ajarkan buang sampah ditempatnya (sejak dia mulai belajar berjalan), sudah saya berikan piring dan sendok untuk makan sendiri, tujuannya supaya dia lebih mandiri, nenek lumayan menerima. Lumayan loh yaaaa.. bukan iyak menerima, hehehe..

Beberapa bulan lalu, Aleeka liat kami punya rice cooker yang kecil (kapasitas 1 lt) untuk memasak nasi, dia tau kami ambil nasi dari sana. Saya ajarkan caranya buka rice cooker dan ambil nasinya. Heemm.. ambil nasinya masih berantakan siiihhh.. bener d, bukannya pelan-pelan ambil, ini kayak kelempar nasinya. Sampai sekarang, saya masih pegang tangannya kalau mau ambil nasi, kesian nasinya soalnya kalo berantakan. Nah, kalo ini bagaimana? hehehe..

Oh.. saya kepikiran untuk coba melatih Aleeka membereskan mainannya sendiri. Bukan karena tidak mau beresin sendiri (kalo menurut saya). Tapi sebelum dia selesai main, biasanya saya yang gatel beresin mainannya, karena ga suka terlalu berantakan. Errrr… mungkin ini akhirnya yang bikin Aleeka kalo udah kelar main, biasanya dia lupa harus beresin mainannya. Lah, emaknya udah beresin duluan? wkwkwk..

Ok, week pertama, saya akan coba koordinasi sama nenek, kalo selesai main pokoknya harus Aleeka yang bereskan mainannya sendiri. Hemm.. pikir2 berarti saya harus siapkan tempat simpan mainannya yang terjangkau sama dia ya. Okeh.. besok coba disiapkan.

Hasil gambar untuk ikea fangst
ini lucu ya, pic: IKEA Fangst

Lainnya yang terpikir: Aleeka sudah bisa ambil makanan yang mau dimakannya sendiri (sebenernya dia mau ambil sendiri, tapi orang2 dewasa disekitarnya aja yang resek, ga percaya kalo dia bisa!).

Baeklah.. sepertinya ini saatnya kami menyambut anak kecil kami yang sudah mulai besar, dengan kepercayaan yang lebih besar dari sekarang. Semoga kami kuat!! Yosh!!

-Ammi

Rizqie Ifdhola Yusario-02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s