Amma · Belajar lagi

Komunikasi sesuai Bahasa Cinta Anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sebenarnya saya berniat untuk menuliskan kembali materi tambahan atau biasa saya sebut #remahberlian yang diterima saat belajar di Kuliah Bunsay IIP ini, supaya bisa dibaca ulang dan sebagai sarana untuk mengingat. Salah satu yang menarik hati saya yaitu tentang Berkomunikasi Sesuai Bahasa Cinta Anak. Diberikan sebagai review tambahan terhadap Game level 1 yang sudah dikerjakan kemarin.

Hasil gambar untuk the first five love languages

Menurut Gary Chapman & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat 5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta, yakni:
1. Sentuhan Fisik,
2. Kata-kata Mendukung,
3. Waktu Bersama,
4. Pemberian Hadiah,
5. Pelayanan.

Umumnya setiap anak bisa menerima cinta melalui 5 bahasa di atas, namun ada satu bahasa yang paling dominan pada masing-masing anak. Berikut adalah tips dalam berkomunikasi dengan si kecil sesuai bahasa cintanya.

1. Apabila bahasa cinta anak kita adalah Sentuhan Fisik

  • Saat bertemu dan berpisah dengan si kecil, berilah pelukan.
  • Saat si kecil stres, beri belaian untuk menenangkannya.
  • Peluk dan cium si kecil saat ia tidur malam dan bangun pagi.
  • Setelah mengajar disiplin pada si kecil, beri pelukan sejenak dan jelaskan bahwa pengajaran yang diberikan adalah untuk kebaikannya dan Anda tetap sayang padanya.
  • Saat memilih hadiah untuknya, beri benda yang dapat ia pegang/peluk, seperti bantal, boneka, atau selimut.
  • Saat menghabiskan waktu bersama si kecil, seperti menonton televisi bersama, duduklah berdekatan dengannya, sambil berpelukan.
  • Sering-seringlah bertanya padanya apakah ia mau digandeng atau dipeluk.
  • Apabila ia terluka, pegang dan peluk mereka untuk memberi kenyamanan.

2. Apabila bahasa cintanya adalah Kata-kata Mendukung

  • Saat menyiapkan bekal untuknya, masukkan kertas kecil berisi kata-kata mendukung.
  • Saat ia berhasil mencapai prestasi, tunjukkan rasa bangga Anda dengan memberi kata-kata membangun, seperti “Mama bangga dengan adik bermain adil di permainan tadi,” atau “Kakak baik sekali membantu adik membangun rumah-rumahan itu.”
  • Simpan hasil karya si kecil, seperti lukisan atau tulisan, dan pajang dengan tambahan tempelan kertas mengapa Anda bangga dengan karyanya itu.
  • Biasakan mengucap kata, “Mama sayang kamu,” tiap berpisah dengan si kecil atau menidurkannya di malam hari.
  • Saat si kecil bersedih, bangun kepercayaan dirinya dengan mengucapkan alasan-alasan yang membuat Anda bangga padanya.

3. Apabila bahasa cintanya adalah Waktu Bersama

  • Coba libatkan anak dalam aktivitas-aktivitas Anda, seperti belanja ke supermarket, memasak, mencuci piring, dan lain sebagainya.
  • Saat si kecil ingin bercerita, hentikan sejenak aktivitas Anda untuk benar-benar menatap dan mendengarnya.
  • Ajak si kecil memasak bersama, seperti membuat kue atau camilan lainnya.
  • Tanyakan kepada si kecil mengenai tempat-tempat yang ingin ia kunjungi, dan jika ada kesempatan, beri kejutan dengan mengajak mereka ke tempat-tempat tersebut.
  • Biasakan untuk memintanya menceritakan hari yang ia lalui di sekolah atau aktivitas lain yang telah ia lakukan.
  • Saat mengajak si kecil bermain, bermainlah bersamanya ketimbang hanya menonton.
  • Jika Anda memiliki lebih dari 1 anak, tetapkan jadwal bermain dengan masing-masing anak secara individu, tanpa melibatkan yang lain.

4. Apabila bahasa cintanya adalah Pemberian Hadiah

  • Kumpulkan hadiah-hadiah kecil (tak perlu mahal) untuk diberikan kepada si kecil di saat-saat yang pas.
  • Bawa permen atau camilan kecil lain yang dapat Anda berikan pada si kecil saat sedang bepergian.
  • Beri makanan kesukaan si kecil, Anda bisa memasaknya sendiri atau mengajak si kecil ke restoran kesukaannya.
  • Buat sebuah “kantong hadiah” berisi hadiah-hadiah (tak perlu mahal) yang dapat dipilih si kecil saat ia melakukan prestasi.
  • Saat menyiapkan bekal untuknya, selipkan hadiah kecil untuknya.
  • Buatkan semacam permainan teka-teki untuknya mencari hadiah dari Anda.
  • Daripada membeli hadiah ulang tahun yang mahal, buatkan pesta ulang tahun meriah di tempat yang ia sukai.

5. Apabila bahas cintanya adalah Pelayanan

  • Temani ia saat mengerjakan pekerjaan rumahnya.
  • Saat ia sedih atau menghadapi kesulitan, buatkan makanan kesukaannya.
  • Daripada menyuruhnya tidur, gendong atau gandeng mereka ke tempat tidur.
  • Saat sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah, bantu mereka memilih pakaian untuk hari itu.
  • Mulai ajarkan si kecil mengasihi orang lain dengan memberi contoh membantu orang lain atau memberi sumbangan kepada orang yang kurang mampu.
  • Saat si kecil sakit, angkat semangatnya dengan menonton film, membaca buku, atau masak sup yang ia sukai.
  • Saat menyiapkan sarapan, makan siang, atau makan malam, selipkan makanan penutup atau camilan kesukaan mereka.
love language
link dari sini

Cara mengamati bahasa cinta anak :

  1. Amati cara si Kecil mengekspresikan cintanya pada Mama. Apabila si Kecil seringkali mengucapkan “Aku sayang Mama” atau “Terima kasih Mama atas makan malam yang enak”, Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin adalah “Kata-kata Mendukung”.
  2. Amati cara si Kecil mengekspresikan cinta kepada orang lain. Apabila si Kecil seringkali ingin memberikan hadiah kepada teman atau gurunya, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Pemberian Hadiah”.
  3. Pelajari apa yang seringkali diminta oleh si Kecil. Apabila si Kecil sering meminta Mama untuk menemaninya bermain atau membacakan cerita untuknya, maka Bahasa Cinta yang dominan padanya mungkin “Waktu Bersama”. Sedangkan kalau si Kecil sering meminta pendapat Mama mengenai apapun yang sedang dilakukannya, seperti “Mama suka ga sama gambarku?” atau “Bajuku bagus ga Ma?”, mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Kata-kata Mendukung”.
  4. Pelajari apa yang seringkali dikeluhkan oleh si Kecil. Apabila si Kecil sering mengeluh mengenai kesibukan Mama atau Papa diluar rumah, seperti “Papa kok kerja terus yah” atau “Mama kok ga pernah mengajakku ke taman lagi,” maka mungkin Bahasa Cinta yang dominan padanya adalah “Waktu Bersama”.
  5. Beri 2 pilihan kepada si Kecil dalam melakukan aktivitas sehari-hari, Mama bisa menanyakan apa yang diinginkan si Kecil, untuk menemukan Bahasa Cinta yang dominan padanya. Pertanyaan yang diberikan dapat berupa pilihan antara 2 Bahasa Cinta. Contohnya, saat Mama ada waktu luang, dapat memberi pilihan kepada si Kecil seperti “Sore ini adik mau Mama temani jalan-jalan atau mau Mama betulkan rok adik yang rusak?”, dengan memberi pilihan ini maka Mama memberikan pilihan antara Bahasa Cinta “Waktu Bersama” atau “Pelayanan”.

Sumber bacaan:

Gary Chapman & Ross campbell M.D, The 5 Love language of children, Jakarta, 2014
Eric Berne, Games people Play, Jakarta
Eric Berne, Transaksional Analysis, Jakarta

Very tricky yah buibuk, untuk memahami bahasa cinta yang sesuai dengan anak kita. Alhamdulillah, saya ikutan kelas ini, benar-benar membuka mata saya mengenai literatur-literatur yang mungkin berguna untuk memperkaya diri. Kalau tidak ada review ini, mana tau saya bahwa masing-masing anak punya bahasa cinta yang berbeda. Yang saya tau ternyata hanya sekelumit saja, mengenai gaya komunikasi dengan anak ini. Musti begini begitu, yang mungkin tidak kita sadari dalam berkomunikasipun berbeda tiap-tiap anak.

Oh, sebelum lupa, saya sempat googling bukunya di tokop*edia, dan adaaaaa.. Kalo ada yang berniat membeli, bisa ke link inih (bukan iklan ini yah, saya baru temukan toko ini saja yang menjualnya). Dan penulisnya sendiri, Gary Chapman, juga menulis buku tentang The 5 Love Languages, dalam berbagai versi, bukan hanya untuk anak-anak. Bisa klik ke link ini untuk info mengenai buku-buku yang sudah diterbitkan : http://www.5lovelanguages.com/resources/books/ . Nah, setelahnya kalau mau cari versi Indonesianya, ada tuh di tokop*edia, hehehe…

Saya pribadi, masih merasa kesulitan untuk memahami bahasa cinta Aleeka, yang mana yang paling dominan. Dan harus membaca berkali-kali informasi di atas, sambil mencoba mengingat bahasa cinta mana yang sering dilakukan. Anyway, dalam tips untuk mengamati bahasa cinta anak, tidak ada yang sentuhan fisik ya? Hmm.. mungkin kalo diantara buibuk ada yang sudah membaca bukunya, boleh dishare di bagian comment di bawah, atau kalau kebetulan saya sudah baca, insya Allah saya coba update infonya.

OK, kalau diingat-ingat, dari tips untuk mengamati bahasa cinta di atas, mungkin yang paling dominan dari Aleeka itu yang sentuhan fisik (walo ga ada di tipsnya hehe..). Karena dari beberapa penjelasan di atas ko sepertinya yang paling tepat yang sentuhan fisik.

Aleeka tuh senang memeluk atau minta dipeluk, digendong, menyentuh, mau Nenek, Ammi & Appinya, tante – oomnya, atau sama teman-temannya. Kalau moodnya lagi bagus, atau baru bertemu teman-temannya setelah dari manaaaa gitu.. Dia akan lari-lari dan lalu memeluk. Kalau Ammi-nya pulang kerja, yang dia lakukan yaitu memeluk. Kalau lagi ngambek, maunya dipeluk, minta gendong, saya mengira karena semua anak pas ngambek itu, cara melunakkan hati ortu nya, ya dengan minta gendong, atau minta peluk. Heemm.. bener begitu ga ya?

Wuih, sebenarnya masih banyak pertanyaan di kepala saya tentang hal ini nih. Seperti, mulai umur berapa hal ini bisa diamati? Karena dari kecil, ortu lah yang menanamkan nilai-nilai dasar awal ke anaknya, apa mungkin bahasa cinta ini bawaan dari lahir? atau memang hal yang bisa dipelajari?

Mungkin harus baca bukunya dulu ya baru bisa mengerti keseluruhan informasinya? OKlah, berarti buku ini bakal jadi satu literatur tambahan untuk jadi referensi hehe.. Yang sudah baca, boleh banget ditambahkan infonya dibawah ya 🙂

-Ammi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s