Amma · feeling me softly

a Hero called Emak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

My mom, my hero. It’s not just a cliche statement.

Teringat saya masih di Sekolah Menengah Atas, tiap pagi saya datang ke sekolah bersama dengan dua tentengan besar makanan, seperti lontong dan gorengan lainnya. Datang pagi-pagi, diantar papa dengan motornya. Saat itu, secara ekonomi kami memang belum seperti saat ini, yang Alhamdulillah tercukupi. Orang tua saya, harus menghidupi ke-empat orang anaknya, dengan usaha ekstra mereka. Papa yang sempat menarik ojek malam selepas bekerja, dan mama yang membantu papa berjualan kue-kue kecil yang dia jajakan dari rumah ke rumah. Saya pun membantu mama untuk berjualan, di lingkungan sekolah.

Saat itu, terbayang betapa mama, hampir tidak pernah mengeluh mengenai keadaan kami. Mama yang tiap malam begadang demi membuat kue-kue yang akan dijual esok hari. Mama yang juga menyiapkan keperluan kami tiap hari, menyuci, memasak, menyetrika, membersihkan rumah. Semua dilakukannya dengan sabar dan ikhlas.

My mom, my hero. It’s not just a cliche statement.

Terbayang saat malam itu saya harus dilarikan ke UGD karena air ketuban yang mulai merembes keluar, saat itu saya tinggal hanya berdua dengan Appi, dan tinggal cukup jauh dari rumah. Rumah papa di Cijantung, Jakarta Timur, dan saya tinggal di Kemangisan, Jakarta Barat. Dan pada akhirnya, saya pun harus di opname di RSAB Harapan Kita karena tinggal menunggu proses persalinan. Dalam masa itu, ada satu orang yang sangat khawatir terhadap anaknya, mama saya.

Mama saya, dia tetap pergi menemani saya, walau jarak RS dan rumah yang lumayan jauh. Mama bersama saya selama proses persalinan yang memakan waktu cukup lama, karena setelah ditunggu-tunggu pembukaan jalur lahir tidak bertambah, dan saya pun harus diinduksi. Mama ada di sana, mengelus punggung, memberi saya semangat untuk terus sabar, dan berdoa untuk saya. Mama ada di sana, saat Aleeka lahir, selain Appi yang memang tidak saya bolehkan pergi dari kamar bersalin.

My mom, my hero. It’s not just a cliche statement.

Mama, yang saya andalkan sesaat setelah Aleeka lahir, saat ASI belum banyak keluar. Saya mengeluh pada Mama, karena terasa Aleeka tidak cukup menyusu pada saya, walaupun saya sudah coba menyusui lebih sering. Mama dengan sigap memasakkan sayur penambah ASI (daun katuk) dari rumah sepanci penuh dan membawakan ke Rumah Sakit beserta dengan panci-pancinya, hanya supaya ASI saya deras mengalir.

Mama, yang mencoba kucing-kucingan dengan pak satpam hanya supaya diperbolehkan masuk ke kamar inap, karena jadwal besuk yang kebetulan tidak sesuai dengan kehadirannya. Mama, yang selalu menemukan cara untuk masuk ke kamar, walau harus lewat jalur tidak biasa.

Mama, yang saat itu mengajarkan saya bagaimana mengurus bayi mungil, yang saat pertama kalinya saya tidak berani bahkan untuk menggendongnya. Saya yang tidak pernah membantu mama mengurus adik-adik, walau saya anak pertama, tidak dekat dengan anak-anak, sampai saya melahirkan. Semua mama yang mengajarkan, menggendong, memandikan, memakaikan baju, menyusui, ya.. semuanya. Sejak saat itu, Mama tinggal bersama kami.

aleekanenek

My mom, my hero. Yes, She is my hero.

Bahkan sampai sekarang, 3 tahun berlalu sejak Aleeka melihat dunia. Mama yang selalu mendampingi. Kami saat ini tinggal bersama Mama & Papa di Cijantung, karena semua anak-anak Mama sudah menikah dan meninggalkan rumah. Mama, yang meminta saya untuk tinggal lagi bersama mereka, juga supaya untuk bisa terus menjaga Aleeka yang tumbuh semakin besar. Kekhawatiran Mama terlalu besar, apabila Aleeka harus dijaga orang lain.

Mama, punya andil sangat besar terhadap perkembangan Aleeka sampai hari ini. Sampai detik ini pun, Aleeka tidak bisa lepas dari neneknya. Ya.. Aleeka sudah sangat lekat dengan Mama, seperti kami (Ammi & Appi) yang sudah sangat bergantung pada Mama. Sampai saat ini, Mama yang membantu kami lebih banyak dalam hal domestik, sehingga saya tidak perlu kuatir terhadap kewajiban domestik bahkan saat saya tidak ada.

Ya.. Mama is my hero.. and it’s not just a cliche statement.

-Ammi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s