Aleeka · Amma · Belajar lagi

Training.. Game level 1, #day7

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

2 hari ga nulis blog untuk setoran, rasanya ada yang hilang, eciyeee.. Kalau sudah dijalani dan dipikir manfaatnya, ngepost tugas ini tiap hari rasanya seperti nulis diary.

Mungkin untuk generasi yang lahir di tahun 80an, pas sekolahnya kenal banget sama buku kecil dengan motif dan warna yang lucu-lucu, bahkan ada yang dengan gembok. Saya pernah punya soalnya hahaha.. bahkan sampai kuliah S1 pun, saya sering menuliskan apa yang saya alami dan rasakan di buku pusaka itu. Hem.. diary saya jaman kuliah S1, baru 2 tahun lalu saya “sembunyikan” dari peredaran. E lucu ya, kalo baca-baca tulisan sendiri yang sudah lama.

Kalau jaman sekarang sudah enak yah, sudah banyak situs blog yang bisa simpan kenangan kita, dan sifatnya everlasting lagi. Mau bentuknya hanya foto, tulisan, atau video, kita dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan ini. Hooray untuk generasi milenial!

Setelah kemarin saya ‘libur’ posting, saya mau coba post tentang komunikasi produktif yang saya alami saat training beberapa hari lalu, well.. tentunya dengan Aleeka. Walau tidak banyak kesempatan untuk video call, tapi saya menyempatkan untuk sehari paling tidak 2 kali ngobrol dengan Aleeka.

Setiap kali video call, yang saya selalu tanyakan, sedang apa dia sekarang? Biasanya saya coba telepon di siang (break ishoma), atau saat sudah kembali ke kamar hotel (lebih seringnya jam perkiraan setelah dia pulang tarawih). Eh, Aleeka tarawih? Iyap, Alhamdulillah dia semangat sekali ke masjid untuk tarawih & seringnya kalau pagi ikutan nenek untuk tadarusan. Kalau menurut saya malah lebih dikenal dia oleh ibu-ibu temennya mama, daripada saya sendiri yang anaknya.

Selain bertanya aktifitas, saya sedang mencoba mengganti kalimat tanya saya ke arah yang produktif, misalnya, “seneng banget sih nak, tadi ngapain aja?” atau ” keliatannya seneng banget, emang abis ngapain sih?”. Kalau kemarin, dia sudah mulai dapat cerita, kalau dia dibelikan sendal oleh nenek, warnanya ungu, gambarnya kelinci, hehe.. Atau dia cerita, kalau dia sedang main sama babang & dede, habis tarawih. Alhamdulillah..

Sebisa mungkin saat ngobrol, saya gunakan kalimat ceria, tanya apaaa saja yang memungkinkan dia untuk coba bercerita. Walau sesudah telepon, nenek tadi cerita, dia keliatan sendu, protes ko Amminya lama pulangnya. Hehe..

Well, yang saya rasakan saat LDR-an sama Aleeka walau beberapa hari, mungkin karena lewat device dan memang tidak terbiasa untuk ngobrol via vid call, komunikasi yang dilakukan tidak terlalu lama, dan Aleeka sendiri belum bisa cerita banyak dibanding ngobrol langsung. Maunya sih, saya akan coba lakukan komunikasi jarak jauh, bahkan di saat saya bekerja. Jadi, dia akan terbiasa berkomunikasi dengan situasi apapun.

Alhamdulillah, saat saya pelatihan beberapa hari, Aleeka ga rewel. Ada beberapa kondisi sih menurutku, karena terbiasa, dan peran nenek. Aleeka Alhamdulillah sudah terbiasa untuk ditinggal bekerja setiap hari. No drama in the morning, hehe.. Pernah sih beberapa kali dia ga mau Ammi nya kerja, tapi mungkin bisa dihitung dengan jari. Tiap pagi, kalau dia sudah bangun, saya coba selalu standby untuk semua kebutuhannya, sehingga dengan itu, saya berharap dia rela melepas saya dengan ikhlas.

Yang kedua, peran nenek. Peran nenek benar-benar ga bisa dilepaskan selama saya bekerja, nenek jadi orang kedua setelah Ammi yang sangat dia percaya, dan sangat kami andalkan. Keren deh nenek! Oh, mungkin lain kali saya akan bercerita tentang nenek, yang notabene mama saya ya.

Walau begitu, setiap kali saya pulang bekerja, atau sedang libur, semua kebutuhan Aleeka saya yang ambil alih. Aleeka pun, seakan tidak mau lepas sama Amminya, kalau saya ada. Saya berpikir, saya sudah hilang waktu bersamanya selama beberapa jam, saya akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan waktu berkualitas selama bersama Aleeka.

Dan, menurut saya juga, karena Aleeka melihat kesungguhan saya selama bersamanya, dia tidak merasa kehilangan saat saya tidak ada. Selain itu, dia punya nenek disampingnya.

Well, that’s it for my post. Setelah sahur, saya coba posting pengalaman #day8 hari ini, saat saya pulang pelatihan ya. C ya.

-Ammi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s