Aleeka · Amma · Belajar lagi · Uncategorized

Game / Challenge Kelas Bunda Sayang Level 1 #day1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Untuk #day1, poin komunikasi produktif yang telah saya coba lakukan kepada Aleeka hari ini yaitu, Jelas Memberikan Pujian/Kritikan.

Memberikan pujian kepada Aleeka sebenarnya sudah sangat sering saya lakukan, saya usahakan setiap hari, terutama apabila Aleeka melakukan hal positif yang merupakan pencapaiannya. Misal, tidak ngompol di malam hari, dan bangun malam untuk pipis, atau sudah bisa pakai baju sendiri, makan sendiri dengan rapi, dan sebagainya.

Tapi, setelah dapat materi kemarin mengenai bagaimana memberikan pujian/kritikan yang produktif, jadi tersentil bahwa yang biasanya saya lakukan itu memberikan pujian/kritikan yang kurang produktif. Biasanya saya bilang: good job! setelah dia melakukan sesuatu, tapi tidak disertai dengan kalimat kenapa good job nya. Atau mengkritik sesuatu, tapi tidak dengan informasi kenapa-nya.

Hari ini saya coba melakukan hal yang berbeda kepada Aleeka, meski tidak khusus untuk poin di atas. Sepanjang hari, saya coba lakukan beberapa poin sekaligus, tergantung situasi & kondisi saja. Walau saya mencoba fokus pada poin pujian/kritikan produktif.

Hari ini saya berusaha untuk mengendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah saat berbicara dengan Aleeka dan teman-temannya yang lain. Yang sebenarnya sangat susah pada saat mereka akhirnya sudah bertengkar berebut sesuatu. Seperti yang juga terjadi hari ini. Tapi saya tidak akan menceritakan hal ini, karena fokus poin di post ini berbeda. Saya juga lakukan KISS, dan mengganti kata TIDAK BISA menjadi BISA.

Hwah, karena melakukan hal ini sambil mengingat2 materi, di satu saat saya berpikir, ko cara komunikasi saya benar-benar seperti orang lain ya? Is this the real me? Maybe the better me? Mungkin nantinya kalo sudah terbiasa, sudah tidak lagi merasa bahwa ini bukan saya yah? Semoga bisa jadi kebiasaan, habit, dan mendarah daging. Aamiin.

OK, back to my story. Hari ini saya memberikan pujian kepada Aleeka karena sudah dapat makan sendiri, dengan rapi, dan makanannya dihabiskan. Saya coba bicara dengan menatap matanya dan mengucapkan, “terima kasih ya nak, anak pinter nih.. makannya habis dan rapi”, sambil berikan jempol untuknya. Begitupun saat dia membuang sampah bungkus permen ke tempat sampah tanpa diminta, saya ucapkan,” terima kasih ya nak, pinter deh.. bungkusnya dibuang di tempat sampah, kerenn..”

IMG-20170602-WA0000-01

Nah, kalo mengenai pujian, rasanya saya sudah cukup mahir, ehem.. Yang saya masih harus berlatih yaitu saat menyampaikan kritik. Hari ini, Aleeka sempat rebutan ‘teman’ dengan temannya yang lain (nah loh, bingung ga?). Jadi ada 1 kakak ini yang jadi rebutan Aleeka & teman cowo nya yang lain. Yang akhirnya berujung di pukul memukul dan Aleeka pun nangis. Seperti biasanya, saya tidak ikut campur sampai mereka mengakhirinya sendiri. Entah ada salah satu nangis, atau dua-duanya nangis hehe..

Hal ini sih yang masih menjadi dilema saya, apakah harusnya saya melerai di saat awal? Tapi saya sendiri maunya mereka mulai untuk mengakhiri konflik dengan cara mereka sendiri. Karena pernah saya lerai, tapi akhirnya Aleeka malah ngambek sengambek-ngambeknya.

Nah, setelah kasus pukul memukul dan akhirnya menangis, Aleeka pun saya gendong dan tenangkan dulu. Setelah agak tenang, saya mulai bertanya, kenapa ko rebutan? Kan kakaknya ada disini (kebetulan kakak itu juga maunya sama Aleeka), kenapa harus pukul? Aleeka marah sama babang? (red: Babang itu panggilan teman mainnya yang kembar, ada babang, ada dede). Jangan pukul, kan kalo dipukul sakit. Aleeka kalo dipukul sakit kan? Lain kali jangan pukul yah…. Nah, sampai sini, saya ga yakin yang saya lakukan apa sudah benar atau masih tidak produktif?

Tampaknya untuk masalah memberikan kritikan ini yang saya benar harus mengulang dan mencoba terus. Karena ternyata tidak mudah ya, memberikan kritikan ke anak, saya sendiri merasa dia mungkin belum dapat mengerti yang dia lakukan salah. Mungkin karena pemilihan bahasa saya yang salah, atau penyampaiannya yang belum dapat dimengerti Aleeka. Makanya, masih harus banyak latihan.

And… That’s all wrap up for #day1, drama hanya terjadi di siang hari. Sore – Malam, Alhamdulillah Aleeka was in her best mood, so there was no over reacted drama. As for my challenge, the GAME still ON !! then, i’ll see you on my next post 🙂

-Ammi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s