Amma · feeling me softly

Ceritanya mau jadi entrepreneur

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Entrepreneurship, kalo menurut wikipedia (jangan jadiin daftar pustaka ya), has traditionally been defined as the process of designing, launching and running a new business, which typically begins as a small business, such as a startup company, offering a product, process or service for sale or hire. The people who create these businesses are called ‘entrepreneurs’. Key pointnya, sebuah bisnis baru, biasanya dimulai dari yang kecil dulu, baik jualan produk atau service. Nah, kalo yang membuat bisnisnya disebut entrepreneur.

Sepertinya sudah sering ya kita dengar istilah entrepreneur di keseharian, tapi saya ga yakin sih klo saya tanya mama saya, dia ngerti apa ga istilah ini. Kalau dibilang mau dagang, nahhh.. mama ngerti tu pasti. Kalau bisa dibilang, beliau pun pelaku entrepreneurship kecil-kecilan dengan jualan kue buatannya walau saat ini masih sebatas kalo ada yang pesan.

Rata-rata universitas atau sekolah tinggi pun, saat ini telah menggunakan entrepreneurship sebagai salah satu modal ‘jualan’nya. Coba saja liat slogan-slogan, bahasa marketing, atau kalo mau liat buktinya, coba cek di kurikulum yang mereka tawarkan, sudah banyak yang menerapkan pembelajaran entrepreneurship atau kewirausahaan sebagai salah satu mata kuliah andalan mereka.

Memangnya, ada apa sih dengan entrepreneurship? Ada apa juga dengan menjadi entrepreneur? Kenapa harus jadi entrepreneur? Tulisan ini bukan untuk memberikan justifikasi kepada teman-teman yang kepengennya jadi pegawai yah.. Kan semua orang berada pada perannya masing-masing, jadi.. mari kita nikmati dan maksimalkan peran kita masing-masing di kehidupan inih.

Menjadi wirausaha di masa sekarang, lebih banyak mudahnya daripada susahnya, IMHO loohh.. Kenapa begitu? Seiring dengan penggunaan teknologi yang semakin massive, banyaknya sarana yang sudah secara tidak sengaja, disediakan untuk kita yang ingin berwirausaha. Mau jualan yang ga pake modal (baca: modal sedikit), atau mau coba bikin produk yang ga ada wujudnya (mis: jasa, aplikasi mobile), atau mau coba menyalurkan hobi sambil dapetin duit dari situ, atau bahkan jualan sampe ke luar negeri. Semua mudah saat ini.

Yang paling penting adalah bagaimana mengembangkan kreatifitas dan ide yang kita punya, menjadi konsep yang dapat dijual, dan disukai target market kita, terutama dapat memasarkannya melalui teknologi yang saat ini hadir di sekeliling kita.

Beberapa minggu belakangan, kantor saya menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang diikuti oleh 12 anak SMA yang terdaftar dalam YCAB Foundation. We were talking about idea making, 5W + 1H, konsep e-commerce, dan yang terpenting menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri anak-anak ini.

I’ve been with these young spirits for four days, anak-anak muda dalam masa produktif mereka, memiliki motivasi untuk terbang melampaui mimpi mereka saat ini. Melihat anak-anak muda ini antusias untuk maju melalui kewirausahaan, rasanya Indonesia akan punya anak-anak muda pembawa perubahan di masa mendatang.

Walaupun kami semua masih perlu banyak belajar, yang penting komitmen dan semangat harus terus terjaga sampai impian tercapai. Man Jadda Wa Jadda, Insya Allah..

IMG_20170518_063131-01

-Ammi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s