Amma · feeling me softly · Persiapan Kehamilan · Uncategorized

my calendar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dalam rangka mencoba untuk hamil kembali yang ke-2, maka beberapa bulan lalu saya coba install aplikasi ini. Dasarnya, fungsi aplikasi ini mengetahui waktu subur (berdasar perhitungan yang kita input) dan waktu-waktu dimana kesempatan untuk hamil lebih besar dibanding hari-hari lainnya. Mengapa harus install aplikasi ini? Kalau saya pribadi, selain untuk mengetahui masa subur, juga sebagai catatan pribadi kalo tenyata nanti benar hamil.

Biasanya, untuk menghitung usia kehamilan dan HPL (Hari Perkiraan Lahir) debay, bumil akan ditanyakan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), tanggal berapa awal haid terakhirnya? ee.. tapi bukan tanggal terakhir haidnya ya, heeeee.. ngebingungin ga statementnya? hahaha.. Begini contohnya, misalnya haid terakhir kita tanggal 01 Maret 2017 sampai dengan tanggal 06 Maret 2017, nah.. saat bulan depannya pas ketauan hamil, biasanya ditanyain tuh HPHTnya kapan? makaaaa.. jawabnya 01 Maret 2017 yaaa.. bukan 06 Maret 2017.

Nah, aplikasi ini mencatat HPHT kita biar ga lupa, tapiii.. biar kata dia pinter tapi tetep harus diinput sendiri yaaaa… dia bisa sih, mengira-ngira kapan waktu haid kita, tapi lagi-lagi berdasar data yang kita input sendiri.

Hasil gambar untuk my calendar play store

Aplikasi My Calendar berbasis Android, jadi carinya di Play store, karena saya hanya punya device Android maka ga bisa kasih tau kalo di Appstore itu namanya apah. Sepertinya banyak aplikasi sejenis ya, sila di search sendiri saja ya.

Kalo ditanya, kenapa pilih My Calendar dan bukan apps lainnya, maka jawabannya: karena saya kepincut sama warnanya yang cewe banget dan kucing cutenya. Selain dari fiturnya yang sudah lumayan lengkap ya. Tapi menurutku, kalo sudah hamil, appsnya harus diganti sama yang lainnya, karena appsnya tidak meng-cover kebutuhan saat kita hamil.

Setelah kita download & install, kita akan diminta input berapa lama periode haid, tanggal berapa haid terakhir dan biasanya berapa lama haidnya. Dari situ dia akan menghitung secara otomatis kapan haid selanjutnya dan kapan hari suburnya. Untuk kita-kita yang males menghitung masa subur secara manual, silakan dipake loh aplikasinya, bole banget. Tapi, kalo saran saya sih, tetap belajar & tahu cara menghitung masa subur pake kalender manual, biar lebih akurat hitungannya.

Selain menghitung masa subur, di aplikasi tersebut juga bisa ditambahkan notes yang berhubungan, misalnya: penanda intercourse (ehem.. saya ga kasih artinya ya, googling aja sendiri hihihi), gimana status haid (banyak / sedikit), moodnya gimana, symptoms atau tanda-tanda hari ini seperti apa, dll. Silakan eksplor sendiri kalo sudah install ya.

Kali ini, saya juga sedang berdoa untuk diberikan kesempatan untuk memiliki anak ke-2, mudah2an Allah ridhoi. Tidak secara khusus direncanakan, tapi memang Allah belum berikan kami langsung anak ke-2, supaya bisa belajar lebih baik dan lebih siap menghadapi anak-anak kami nantinya. Insya Allah Aleeka sudah 3 tahun, sudah mulai dapat dikenalkan dengan baby-baby mungil yang ada di lingkungan kami.

So, buat buibu & pakbapak yang sedang menanti kehamilan, mari bersabar dan terus berdoa, karena Allah akan berikan karunia-Nya di saat dan waktu yang tepat. Insya Allah.. Aamiin.. YRA.

-Ammi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s