Amma · Belajar lagi · Uncategorized

Pembahasan Teori untuk NHW #5 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3 : Instructional Design

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sesuai dengan materinya kali ini: Belajar Bagaimana Caranya Belajar, kami diminta untuk mencari tau lebih banyak mengenai apa itu Desain Pembelajaran dan membuatnya. Sejujurnya, walaupun saya bekerja dibidang pendidikan, saya sangat awam mengenai pembuatan desain pembelajaran, soalnya saya tukang jualannya dan bukan orang yang meramu produknya. Ini kalo menurut saya, untuk mahasiswa yang belajar tentang kependidikan, harusnya ada satu mata kuliah tertentu belajar mengenai Instructional Design atau Desain Pembelajaran ini. Soalnya pas nyari2 sendiri, informasi yang saya dapat itu luar biasa banyaknyah..

Dan untuk pengerjaan NHW kali ini, adanya oom Google membantu saya banget, juga posting-an blogger di luar sana yang isinya tentang desain pembelajaran (thank you bloggers.. ciyumbasah.. ). Link sumber info akan saya berikan pada bagian samping topik bahasannya.

Desain Pembelajaran atau Instructional Design (saya kutip dari sini)

Pada pembahasan Instructional Design, saya menemukan pengertian seperti ini:

Instructional Design is a way of planning instruction considering the learner, end goal or product, and evaluation/assessments. Many times, multimedia tools are used to improve instruction and increase student engagement (Culatta, 2011).

Indonesian vers: Instructional design adalah cara instruksi perencanaan yang mempertimbangkan pembelajar, tujuan akhir atau produk, dan evaluasi/penilaian. Seringkali, alat multimedia digunakan untuk memperkaya instruksi & meningkatkan keterlibatan siswa (Culatta, 2011).

Instructional design contributes theories about how human beings learn, strategies for applying these theories, and methodologies to carry out the strategies.” (Horton, 2006, p. 5)

Yang kedua, Indonesian versionnya cari sendiri ya buibu 🙂

instructional_design.jpg
Instructional Design Teori & Model 

Komponen utama dari desain pembelajaran adalah (saya kutip dari sini):

  1. Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat.
  2. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
  3. Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari
  4. Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar.
  5. Bahan Ajar, adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar
  6. Penilaian Belajar, tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi yang sudah dikuasai atau belum

Model desain pembelajaran, salah satunya adalah:

Model Ross & Kemp 

(note: ada beberapa model desain pembelajaran yang saya sempat baca, tapi model Kemp merupakan model yang menurut saya (terutama) simpel + padat + fleksibel). Biasanya juga disebut Morrison, Ross, dan Kemp (MRK) Model. Info dari sini :

This model represents flexibility in planning depending on the circumstances you are under such as money and time constraints (Ho). Basically, you adapt your materials and instructional strategies to the classroom environment you are placed in.

The Ross and Kemp Model is composed of nine components that are part of a cycle of planning, design, development and assessments. The parts are not necessarily used in a sequential fashion. They are independent components that are part of a system of design. (Hanley, 2009)

Menurut Miarso dan Soekamto, model pembelajaran Kemp dapat digunakan di semua tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Ada 4 unsur yang merupakan dasar dalam membuat model Kemp:

  • Untuk siapa program itu dirancang? (ciri pembelajar)
  • Apa yang harus dipelajari? (tujuan yang akan dicapai)
  • Bagaimana isi bidang studi dapat dipelajari dengan baik? (metode/strategi pembelajaran)
  • Bagaimana mengetahui bahwa proses belajar telah berlangsung? (evaluasi)

Ada 9 elemen kunci dari instructional design:

  1. Identifikasi masalah instruksional, dan tentukan tujuan dari mendesain sebuah program instruksional.
  2. Cek karakteristik pembelajar yang harus menerima perhatian selama perencanaan.
  3. Identifikasi konten subjek, dan analisa komponen tugas yang berhubungan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  4. Tentukan tujuan instruksional untuk pembelajar.
  5. Urutkan konten dalam setiap unit instruksional untuk pembelajaran logis.
  6. Buat strategi instruksional sehingga setiap pembelajar dapat menguasai sasaran.
  7. Rencanakan pesan dan penyampaian instruksional
  8. Bangun instrumen evaluasi untuk menilai sasaran.
  9. Pilih sumber daya untuk membantu instruksi dan aktivitas pembelajaran.

Applying the ADDIE model
Gambar 9 bagian model desain – applying ADDIE Model

This model is designed to be flexible for classroom teachers who may not have a lot of experience with instruction design. It is not a step by step process. “This model emphasizes the inter-dependencies of each step in the process, highlights the importance of the evaluation, and recognizes more environmental factors in an educational setting, i.e. the resources and the support (budget, facilities, time, equipment, personnel and materials). (Kemp, 1985)

Artinya, model ini pada dasarnya dapat digunakan oleh siapapun yang ingin membuat desain pembelajaran, yang memang belum punya pengalaman sebelumnya, alias buat buibu kayak kita dong yah.. (wishful thinking).

Sedikit dibahas mengenai Model ADDIE (info dari sini)

ADDIE kepanjangan dari analysis, design, development, implementation, and evaluation, lima fase atau tahapan dalam model.

1. Analysis

  • This is the time ask yourself (the designer) some questions
  • Apa yang ingin dipecahkan sebagai hasil? (Objectives and content)
  • Siapa yang akan berpartisipasi?
  • Apa saja lingkungan pembelajaran (Room, Resources, Tools, Accommodations, etc)
  • Kapan waktunya.
  • Apa hasil akhirnya?

2. Design

  • Apa yang harus dilakukan?
  • Pikirkan tanggal, strategi pembelajaran, sumber daya dan cara penilaian

3. Development

  • Pembuatan konten dan material pembelajaran

4. Implementation

  • The project is rolling!
  • Siswa memiliki akses ke material yang dibutuhkan

5. Evaluation

  • Buat dua bagian: formative & penilaian

Di atas baru dijabarkan mengenai teorinya ya buibu, sebenarnya banyak teori dasar yang menyertai model yang saya sampaikan di atas. Tapi, saya pikir saat ini saya belum dapat menyelesaikan bacaan-bacaan tersebut, karena sudah harus kumpul tugas (ckckck.. ini namanya alasan tingkat tinggi yang beralasan).

Di post lainnya saya akan posting mengenai proses pembuatan desain pembelajaran yang ‘mungkin’ dimaksud pada NHW#5. Karena judulnya bukan benar atau tidak benar yang dicari, tapi ‘proses’nya, maka saya dapat bilang bahwa proses penyelesaian NHW#5 saya dan terhadap pengertian apa itu desain pembelajaran dimulai dari googling dan membaca (cukup) banyak post. Selanjutnya, prosesnya adalah mengidentifikasi unsur desain pembelajaran dan mencoba merancang desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, dengan mempertimbangkan elemen kunci yang dijabarkan di atas.

Good luck for me, kita coba buat satu persatu, step by steeeppp.. oohh baby..

-Ammi-

[Ayu Rachmawati – peserta Matrikulasi IIP batch #3 JKT1)

Advertisements

One thought on “Pembahasan Teori untuk NHW #5 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3 : Instructional Design

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s