Amma · Belajar lagi · Others · Uncategorized

NHW #3 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3 (bag 2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Holaaa.. bertemu ke bagian 2 dari jawaban NHW#3 Matrikulasi IIP Batch #3 wil Jakarta, tarik napas dulu.. baru aja posting bagian 1 di link sini.

Semoga posting kali ini, bisa memberikan inspirasi untuk buibu yang juga sedang bernasip sama dengan saya, berjibaku dengan penyelesaian NHW#3. Setelah tadi kutak kutik di perjalanan, saya minta diturunkan di salah satu mol dekat dengan rumah, sebelum nyampe rumah, dan seluruh jiwa raga ini diberikan ke anak kucil Aleeka, maka saya coba submit NHW#3 bagian 2.

Pada bagian 2 ini akan dijabarkan jawaban task ketiga & keempat, yang terus terang, buat saya seakan memberikan ketegasan untuk diri saya sendiri dan komitmen bagi saya untuk berubah. Semoga Allah berikan kemudahan, mari buibu..kita cekidot..

Task ketiga, mengenali potensi pribadi

Potensi diri sendiri

Bicara mengenai potensi diri sendiri, kadang seperti menjawab pertanyaan saat interview untuk melamar pekerjaan, apa keunggulan/nilai positif yg kita miliki, sehingga perusahaan yg kita apply dengan senang hati mau menerima kita. Terkadang malah kita bingung jawabnya karena merasa terlalu banyak sisi negatif yg kita miliki, yang positifnya jadi ga keliatan.

Hem.. Sudah lama sepertinya saya dengar pertanyaan itu diajukan kepada saya, sekitar 15 tahun yll. Dari saat itu sampai sekarang, saya merasa banyak hal berubah pada diri saya. Dari anak yg selalu merasa rendah diri dengan keterbatasan yg ada, a.k.a cupu abis, sampai sekarang sudah bisa membangun kepercayaan diri dan bahkan bisa mempengaruhi orang lain.

Saat ini saya merasa potensi saya ada pada beberapa hal, semoga yg saya kira benar adanya, bukan hanya cerminan cantik karena hasil make up dan memang benar artificial.

c4o5tweuyaac9qf

Potensi yg saya rasa saya miliki yaitu kemampuan berbisnis, bisa membangun konsep bisnis, mengidentifikasi resources yg dibutuhkan, mengeksekusi, dan sampai dengan evaluasi. Ditambah kemampuan marketing & sales, serta komunikasi formal & informal yg cukup bagus.

Potensi yg saya miliki itu bukan karena bakat atau memang bawaan lahir, tapi karena saya banyak belajar dan mengaplikasikan ilmu2 itu. Saya merasa selalu penuh ingin tahu mengenai ilmu bisnis, manajemen dan pemasaran, sehingga S2 saya pun berbau manajemen & pemasaran. Saya selalu berbinar-binar dan bersemangat apabila bicara mengenai manajemen & pemasaran, seakan energi tidak habis-habis.

Di kantor dan kuliah, saya bermula dari seorang lulusan SMA yg merasa ga pede karena masuk ke lingkungan yg sama sekali baru, kantor dan kampus yg jauh dari rumah baru sekali itu dijalani. Karena dulu mulai dari awal sekolah TK sampai SMA, tidak pernah keluar dari lingkungan rumah, karena lokasi sekolah rata-rata dekat dengan rumah.

Kuliah sambil kerja, karena orang tua tidak punya cukup dana untuk menguliahkan anaknya di universitas, dana yg ada hanya bisa dialokasikan ke adik2 yg juga sedang sekolah. Terima kasih ke BINUS UNIVERSITY, yg saat itu memberikan kesempatan beasiswa ikatan dinas untuk saya jalani. Apa itu beasiswa ikatan dinas? Saya tidak info disini ya, mungkin nanti saya post mengenai hal ini, di lain kesempatan, insya Allah.

logo-kursus-di-binus-center-aja-fc-small-ok
kantor saya sekarang ^^

Saat itu, saya diberikan kesempatan untuk kuliah sekaligus kerja di BINUS, dengan jadwal kuliah yang disesuaikan dengan jadwal kerja, atau sebaliknya. Benar-benar dimudahkan, Alhamdulillah. Sampai akhirnya lulus S1, saya masih punya ikatan bekerja di BINUS, tapi saya tidak sesali itu. Karena pada akhirnya, setelah lulus dari ikatan dinas pun, saya masih tetap di BINUS, dengan rasa bangga dan aspirasi aktualisasi diri yang tersalurkan. Dan saat ini sudah 15 tahun lebih saya di BINUS, time flies.. indeed.. 🙂

Selanjutnya, potensi saya adalah mengajar, saya senang sharing ke banyak org, baik formal dalam kelas ataupun non formal, untuk sesuatu yg saya yakini cukup menguasai knowledge di bidang tersebut. Saya senang belajar, dan oleh sebab itu saya ingin knowledge yg saya dapatkan juga saya berikan ke orang lain.

Lainnya, saya merasa punya potensi dalam hal leadership dan Alhamdulillah saat ini Allah berikan saya kesempatan untuk memimpin suatu unit binus dalam naungan BINUS Group. Mudah2an Allah berikan kemudahan untuk menjalani amanah ini. Yang sebenarnya ingin sekali dilakukan yaitu menjadi pemimpin atas bisnis sendiri. Mudah2an Allah berikan juga kesempatan untuk ini, Aamiin..

Beralih ke task keempat, saya berusaha mengenali lingkungan yang saya tempati sekarang. Saya tinggal bersama orang tua di wilayah Cijantung, sepertinya sudah lebih dari 2 tahun? Sebelumnya saya tinggal bersama suami & Aleeka (sampai umur 1 th) yang lokasinya dekat dengan kantor. Keputusan untuk tinggal bersama ortu dibuat saat satu persatu anak dari mama mulai melangkah ke jenjang pernikahan, satu persatu meninggalkan rumah.

aleekanenek
mama & dua cucunya (aleeka & kayla)

Ortu, terutama mama, merasa kesepian kalo tinggal di rumah, bahkan saat anak2nya belum menikahpun, karena kesibukan, kami jarang bertemu walau tinggal satu rumah. Bukan karena rumahnya kegedean, hahaha.. tapi karena jadwal kerja / kuliah kami yang membuat kami tidak match untuk bertemu di rumah. Apalagi saya, sudah jauh sebelum menikah dan mulai masuk ke BINUS, memutuskan untuk kost dekat kampus.

Plus, mama mau bantu kami untuk mengasuh Aleeka, supaya ada kesibukan katanya, padahal beliau sibuknya juga kayak ibu2 PKK. Pindah bersama mama saat ini, menurut saya keputusan yang tepat, walaupun jarak kantor – rumah lumayan jauh (kalau ditempuh pakai motor 1,5 – 2 jam sudah termasuk macet).

Sebelah rumah kami merupakan rumah adik-adiknya papa. Yaaaaa.. papa orang Jakarta, alias betawi, yang memang kalo orang betawi tinggal biasa serombongan sama keluarga2nya yang lain. Dan kebetulan juga banyak anak-anak yang setaun atau beberapa tahun lebih besar daripada Aleeka, bisa jadi teman mainnya.

Anak-anak ini, menurut saya, punya potensi untuk dapat menjadi generasi berguna di masa depannya. Latar belakang keluarga yang tidak terlalu mendapat akses untuk pendidikan teknologi dan buku-buku bacaan yang terbatas, membuat saya berpikir untuk berbuat sesuatu untuk anak-anak ini. Mungkin kami bisa membuka rumah baca di rumah, sehingga anak-anak punya akses ke buku-buku yang kami miliki. Mungkin setelahnya, kami perlu mengadakan pelatihan komputer untuk anak-anak ini, sehingga paling tidak mereka bisa lebih tanggap terhadap penggunaan teknologi. Untuk rencana rumah baca, saya sedang berpikir bagaimana teknisnya, sedang mempelajari salah satu rumah baca yang kebetulan saya kenal ownernya. Untuk pelatihan komputer, masih terkendala devicenya, dan memang belum saya pikirkan lebih jauh.

Selain anak-anak, kami punya Ibu-ibu di usia yang masih bisa dibilang produktif, walau sudah kepala 5, tapi masih tetap semangat untuk melakukan aktifitas. Ibu-ibu ini berlatar belakang janda/single parent, suaminya bekerja paruh waktu/tidak punya penghasilan tetap/cukup untuk sebulan, dan sebagainya. Beberapa Ibu ini, sangat mahir memasak dan terlatih untuk memasak untuk skala besar, seperti pernikahan atau hajatan lainnya. Dan saya berpikir untuk bisa mewadahi mereka, saya yang bantu untuk teknis pemasaran & operasionalnya, mereka yang akan membantu di bagian dapur. Ah, cita-cita yang sudah lama saya ingin coba wujudkan.

Sebenarnya ada beberapa ide perubahan yang ingin saya coba lakukan, dan saya rasa harus dimulai dari saya sendiri, baru saya dapat membantu orang lain untuk berubah. Cita-cita saya ingin membantu pemberdayaan ekonomi para ibu-ibu dan membantu memberikan akses anak-anak ke ilmu pengetahuan. Isnya Allah..

Langkah pertama, sepertinya saya harus bertemu dan diskusi dengan Pak RT untuk ide ini, kira-kira apa kata Pak RT ya? mari ah, turunkan ego untuk diskusi dengan Pak RT tersayang yang mungkin akan jadi Pak RT seumur hidupnya hehehe.. Hidup Pak RT!!

I’m wrapping up my NHW#3 tasks today, semoga Allah memberikan petunjuk atas uraian kata dan harapan yang saya tulis di atas. Selamat berjuang untuk para buibu yang ingin juga memberikan perubahan terhadap keluarga dan lingkungannya. Insya Allah kita bisa jadi Ibu Professional. Aamiin..

#habiskancoklatdulu #marikitapulang #kangenAleeka

-Ammi-

[Ayu Rachmawati – peserta Matrikulasi IIP batch #3 JKT1]

Advertisements

2 thoughts on “NHW #3 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3 (bag 2)

    1. alo mba.. Alhamdulillah apabila menginspirasi
      artikel yang ini dibuat dalam rangka tugas yang harus saya selesaikan. Khusus di post ini, masih lebih banyak konsep, tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diimplementasikan. mohon doanya ya Mba 🙂

      terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s