Amma · Belajar lagi · Others · Uncategorized

NHW #1 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

NHW aka Nice Home Work pertama saya kali ini, sepertinya akan saya coba utarakan dalam posting kali ini. Kenapa? kenapa? ya karena sepertinya jawabannya bakal panjang kali lebar, dan penuh pendalaman pemikiran dan renungan hampir semingguan. Lain kali mungkin saya akan coba bikin video di youtube yah, ehem..

Kalo ada yang tanya, NHW apa sih? Matrikulasi Institut Ibu Profesional itu apa sih? ditahan dulu yah, insya Allah nanti di post lainnya akan coba dijelasin. Biar penasaran gitu loh judulnya. Jangan lupa follow blog nya ya kakaaaa.. #gagalfokus

Ok, karena post ini berupa jawaban dari NHW pertama, maka tanpa berpanjang intro lagi, aku coba posting pertanyaan yang diberikan setelah kami diberikan Materi pertama mengenai Adab Menuntut Ilmu. Sst.. Insya Allah saya akan dokumentasikan juga materi program ini mulai dari pertemuan pertama ya.

Dalam materi “ADAB MENUNTUT ILMU” kali ini, NHW nya adalah sbb:

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
  2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
  3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia Salam Ibu Profesional. /Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Ehem, gimana tuh buibu jawabannya? (maaf ya pakbapak, karena judulnya Ibu Profesional, jangan marah kalo saya cuma panggil buibu dulu ya 😀 ) Lanjut bang..

Buat saya, baru pertanyaan pertama jawaban saya udah ga bisa satu, kenapa? karena saya merasa perlu berkembang dengan banyak ilmu, ga bisa de kalo belajar tu cuman satu aja, karena dalam hidup ini pasti butuh banyak ilmu (pikiran pede mendera, ckckck).

Etapi saya baca-baca lagi hasil diskusi kemarin sempat dibahas. Bahwa memang perlu untuk kita fokus pada satu jurusan di universitas kehidupan ini, dan dimungkinkan bahwa satu jurusan memiliki banyak ilmu. Sehingga apabila kita sudah tentukan, biasanya kita akan lebih dapat berkomitmen dalam penerapan ilmu tersebut.

Pada pertanyaan ke 1, menentukan satu jurusan ilmu apa yang akan saya tekuni dalam hidup ini. Jawaban yang muncul tidak cuma satu: ilmu agama, parenting, bisnis, manajemen, SEMUA SAYA MAU PELAJARI, hiks.. inilah dilema emak-emak sok sibuk mau belajar ape aje. Hasilnya? ya akhirnya ga semuanya bisa terladeni dengan baik, note pertama dari diskusi diatas jleb banget buat saya. Jawaban pertanyaan ini muncul saat saya juga bertanya pada diri saya, mau apa saat saya berumur 40 tahun. Rasanya saya pernah posting dalam blog ini, silakan cari di post sebelumnya ya *wink* biar rame gitu blog trafficnyah.aleeka

Akhirnya dalam perenungan mendalam PP rumah – kantor selama 1.5 jam, yang disela dengan pemikiran PR kantor, persiapan nikah adik, dan sebagainya (otak saya ini kadang memang ga bisa distop klo lagi sibuk mikir), saya temukan bahwa saya sangat tertarik pada ilmu entrepreneurship, mungkin lebih ke arah bisnis. Pointnya : bagaimana mengenali potensi diri / sekitar yang dapat menjadikan saya sebagai wanita mandiri dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana strategi yang dibutuhkan untuk menumbuhkan bisnis mulai dari awal, strategi marketing, bagaimana pencatatan / pembukuan bisnis, dan lainnya.

Pertanyaan ke 2, alasan terkuat yang saya miliki berasal dari doa-doa saya setiap hari (insya Allah kalo ga kelupaan), yaitu ingin menjadi wasilah atau dapat bermanfaat bagi orang lain, untuk keluarga, teman, lingkungan, skala kecil maupun menengah dalam hidup saya. Saya belum dapat bermimpi untuk dapat bermanfaat di skala besar, karena tidak terpikir apa potensi yang saya miliki, apa yang bisa saya berikan, sehingga bisa berdampak besar bagi orang lain.

Paling tidak untuk saat ini, saya merasa bahwa ilmu tersebut ingin saya aplikasikan minimal ke dalam lingkungan kantor sehingga kinerja tim dan kantor semakin meningkat seiring dengan pemahaman saya terhadap ilmu tersebut. Secara pribadi saya ingin mengaplikasikan ilmu tersebut di kehidupan pribadi saya, ingin memulai secepatnya sebagai persiapan menuju umur 40 th.

Di pertanyaan ke 3, strategi menuntut ilmu yang saya rencanakan saat ini, dan sudah mulai saya coba lakukan, yaitu coba membaca buku, blog, artikel, apapun yang berhubungan dengan entrepreneurship dan bisnis. Mengikuti seminar / training yang dapat berguna. Salah satu contohnya mengikuti IIP ini, saya berharap dapat lebih profesional terhadap diri sendiri, keluarga, dan orang lain, sehingga saya bisa mulai mengenali potensi diri sendiri, dan dari sini saya ingin mulai berkembang lebih jauh.

Strategi lainnya yaitu mencoba mengaplikasikan ilmu tersebut di lingkungan kantor, dan mulai kecil-kecilan mencoba untuk diri sendiri. Di kantor kebetulan saya menangani bidang yang saya senangi, dan saya diberikan kebebasan untuk mengaplikasikan hal yang menurut saya baik bagi kantor. Untuk diri sendiri, saya sudah mulai membuka bisnis kecil-kecilan baik online maupun offline, yang sepertinya harus saya mulai perhatikan tingkat keseriusannya. Err.. ternyata PR banyak yah, dari satu pertanyaan.. mulai banyak PR.

Pertanyaan ke 4, pertanyaan terakhir yang menurut saya sangat membutuhkan komitmen dalam prosesnya. Perubahan sikap apa yang ingin / harus(?) diperbaiki dalam proses mencari ilmu ini. Jawaban pertanyaan ini, juga lagi-lagi saya dapatkan dari proses diskusi materi kemarin. Saya termasuk orang yang, dalam bahasa betawinya, angot-angotan dalam proses implementasi suatu ilmu. Saya biasanya semangat di awal, kalau ketemu masalah di tengah jalan dan saya mentok mencari solusinya, atau kalau pas semangat turun karena keterbatasan banyak hal (yang saya akui sebenarnya hal ini hanya alasan klise diri sendiri), akhirnya saya memilih untuk menyerah pada kondisi, ujung-ujungnya ga diteruskan implementasinya.

Hal ini yang harusnya saya mulai perbaiki, karena saat memulai saya akui banyak investasi yang sudah dikeluarkan, terutama investasi waktu. Semoga saya bisa !! yosh!! yakin bisa, Insya Allah. Next step, mencari motivasi dalam perjalanan ke sana, mencari motivasi saat sudah mulai lelah belajar, dan merasa ‘penuh’ dengan urusan keduniawian.

Kalau dibuat point per point rasanya jawaban-jawaban saya sangat sederhana, tapi saya merasa suatu jawaban diberikan saat ada alasan atau cerita yang mendasarinya, jadi mohon maaf apabila saya bercerita terlalu banyak dalam jawaban NHW kali ini.

Perjalanan menuntut ilmu baru dimulai, semoga semua peserta Matrikulasi IIP Batch #3 dapat terus istiqomah dalam perjalanan ini. Insya Allah.

– Ammi

[Ayu Rachmawati – peserta Matrikulasi IIP batch #3 JKT1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s