Uncategorized

a note from neighbor

Self belief: What voice does your child hear?

(taken from this link: http://www.amuslimhomeschool.com/2015/11/self-belief-what-voice-does-your-child.html#more)  saya rekomen para parents untuk baca postnya. A deep thought, mengenai apa yang akan didengar oleh anak kita sampai mereka besar nanti, dan menentukan sikap apa yang akan mereka ambil. Apakah perkataan yang menjadi motivasi dan penyemangat dalam kehidupan mereka nantinya? Atau cemoohan dan ejekan yang berputar dalam pikiran mereka sampai dewasa.

Untuk dapetin esensi ‘dalem’nya, parents silakan cek langsung ke link nya yah, saya disini sedikit ambil beberapa yang jleb banget menurut saya. Walo sebenernya hal ini bukan suatu yang baru yang kita denger, tapi entah kenapa sering terlupa loh ini. Kalau lagi sebel, kesel, marah sama anak, sama kelakuannya yang, menurut kita, ajaib, susah diatur. Duuhh.. kalimat ‘sakti’ kadang suka keluar ga terkontrol ya, contoh kecil: “bandel banget sih!” atau “duh, nakal bener sih kamu!” *cerminnn.. mana cerminnnn.. 

Kalau orang dewasa mungkin sudah ngeh apa yang namanya inner voice yah? yang bisik2 sama kita itu loh, yang kalo ada kartunnya tuh ibarat ada perang dalam pikiran dan dada kitah *tsaahhh.. begitu dehh.. yang kadang ngasih kita persepsi positif/negatif, biasanya orang sebut kata hati gituh!

Nah, yang jadi perhatian dalam post tsb, anak kita itu inner voicenya seperti apa sih? bisikan seperti apa yang ada dalam benak mereka, yang dapat meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri pada kemampuan mereka? Yang menakutkan itu ternyata..

Inner voice mereka, adalah suara kita. Kata-kata yang kita ucapkan membentuk inner voice, kepercayaan diri, dan persepsi mereka terhadap diri mereka sendiri. Trus, mau seperti apa kita bentuk persepsi anak kita? Kata-kata motivasi dan penambah semangat? Atau selalu kritikan yang bikin mereka sakitttt haattiiiii?

“What we say to our children and how we say it, leaves a subconscious impression and an understanding of how they fit into the society around them.” << dan saya setuju pada statement ini. Ini emak-emak males ngartiin ke bahasa Indonesia, silakan gunakan google translate apabila bapak dan ibu tidak terbiasa dalam bahasa Inggris.. *kabuurrr sebelum digetok pemirsah!

Contohnya, kayak ibu dalam vc ini, yang jadi inspirasi dan motivasi untuk anaknya sampai dia besar.

Nah, mulai deh ya.. kita niatkan dan taneeemmm dalem hati, bahwa kita ingin anak kita membentuk inner voice yang selalu positif, sehingga kepercayaan dirinya tumbuh dan tidak cepat menyerah. Jangan lupa sebagai orang tua, perlu juga mendoakan yang terbaik untuk anak kita, jangan gunakan sumpah serapah saat kita marah/khilaf. Biasanya klo udah kalem lagi, kita sendiri yang nyesel kenapaaa harus ngomong kayak gitu ke anak kita.

Yuk ah, kita berubah! baik mengubah cara pandang dan perilaku kita. Yuk mariiii..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s