Amma · Others

Rencana Keuangan untuk Rumah Tangga -2

Kalo sebelumnya cerita mengenai latar belakang knapa aku ngerasa butuh sama rencana keuangan untuk RT (*rumah tangga) kecilku. Di post yang ini aku mau sharing apa aja yang udah dilakukan dalam rangka membuat rencana keuangan RT, sampai sekarang. Eniwei, aku baru buat rencana keuangan yang ‘agak’ lumayan itu ngelaksanainnya pas setelah merit nih. Berarti baru satu tahun-an ini lah yah. Dan menurutku, ga ada kata untuk terlambat memulai, yang ada hanya mau atau ga memulai. Btw, post ini sekedar sharing yah, bukan mau menggurui atau mau sombong mengenai rencana keuangan yang udah dibuat. Tapi silakan bisa dijadiin salah satu masukan atau pertimbangan pada saat teman temin mau membuat rencana keuangan sendiri.

Post yang ini juga akan mengambil tulisannya Mba Ligwina Hananto yah, mengenai langkah-langkah apa aja yang harus dilakukan dalam membuat rencana keuangan, kenapaa? supaya isi postnya ada dasar pengetahuannya, biar ga ngasal nulis nih! Daaann.. mohon dinote kalo ini hanya sedikit share apa aja yang udah aku lakukan untuk melangkah mencapai tujuan keuangan RTku sendiri. Nanti sekalian juga bakal dishare mengenai langkah yang disarankan Mba Ligwina dalam bukunya yah.

Okeh, kalo menurut Mba Ligwina, kita harus mulai dulu dengan menjawab pertanyaan: Tujuan Lo Apa? Buat apa kita nabung, berhemat-hemat kalo ga jelas tujuannya apa. Kalo ini aku setuju, bener banget! Buat apa kita nabung, berhemat pengeluaran, sampe yang tadinya 1x seminggu ke mol pas wiken, e.. malah akhirnya cuman 1x sebulan ke mol, misalnya. Atau yang tadinya biasa makan di resto padang pake rendang/ayam bakar, ini jadi pelanggan setianya warteg n makannya cuma sayur ama tempe/tahu, paling maksimal telor. Hehehe.. bukannya ga sehat yah, malah mungkin bisa lebih langsing + singset yah kita? Bagus donggg? πŸ˜‰ ga ada yang bilang ga bagus kooo.. asal jangan terlalu memaksakan aja, yang ada kita ga menikmati hidup.

Dengan menjawab Tujuan Lo Apa? sebenarnya juga memotivasi kita untuk lebih giat lagi untuk ngumpulin duit. Saat menabung ada tujuan, akhirnya kita ga akan tergoda untuk make tabungan pas tengah bulan ada midnite sale, misalnya. Atau bisa membuat prioritas pengeluaran saat gajian dengan baik dan benar. Biasanya kan begini yah.. *sharing pengalaman nih, pas baru gajian kita abis2in tu buat bayar utang kartu kredit/tagihan listrik, beli pulsa hape, beli baju/online shopping, bayar arisan, bayar kuliah, nyicil motor, buat begaul ngupi-ngupi cantik di cafe, belanja bulanan, ngasi ortu, terusss.. kalo ada sisa baru de ditabungin πŸ™‚ hayooo.. ngaku apa ngakuuu.. *sembari ngaca nih!

Nah, kalo kita sudah menentukan Tujuan Kita Apa? Maka, jadinya prioritas pengeluarannya akan jadi seperti ini: Nabung/investasi yang pertama, setelah itu bayar utang/cicilan, konsumsi bulanan, bayar arisan, beli2 baju, eee.. tapi kalo bisa disisain juga 2.5% dari gaji untuk sedekah yah. Klo kata Ustad Yusuf Mansyur, banyak manfaat dari sedekah, tapi sorry ga dibahas disini, next time mungkin yah? Insya Allah.

So, back to Tujuan Lo Apa? Mba Ligwina menyarankan untuk membuat tujuan keuangan yang dibagi berdasarkan jangka waktu pemenuhannya, yaitu untuk jangka Pendek (< 5 tahun), Menengah (5 – 10 tahun), dan Panjang (10-15 tahun, >15 tahun). Tujuannya adalah untuk mencari tahu produk keuangan apa yang sesuai untuk pemenuhan masing-masing jangka waktu itu. Nah, bicara tujuan keuangan RT-ku, juga sudah dibagi ke beberapa tujuan keuangan, contohnya: untuk Jangka Pendek ada tujuan keuangan untuk Dana Darurat, liburan (tahun 2013 ini), biaya persalinan dan perlengkapan bayi (*maunya tahun 2014, amiiinn..), karena belum punya rumah sendiri, maka ada post untuk persiapan uang muka pembelian rumah. Kalo untuk Jangka Menengah seperti: uang pangkal SD, Jangka Panjang seperti: uang pangkal SMP, SMA, Perguruan Tinggi. Daaann yang paling penting untuk jangka waktu >20 tahun yaitu: DANA PENSIUN !

Saya kasih contoh yang juga saya buat yah, siapa tau bisa jadi inspirasi, cekidot tabel dibawah :

rencana keu

contoh tujuan keuangan

Aku mau share sedikit info mengenai Dana Darurat yang diambil dari bukunya Mba Ligwina. Pernah ga kepikiran sama teman temin kalo kita harus punya Dana Darurat, emang buat apa sih? (Untuk Indonesia yang Kuat, hal. 113 -116) “Dana Darurat adalah dana yang dapat dialokasikan bukan hanya untuk kondisi darurat. Dana Darurat juga berfungsi sebagai pengaman apabila kita kehilangan mata pencaharian, dan itu mengapa dana darurat berupa sekian kali pengeluaran bulanan. Dana darurat juga bisa berfungsi sebagai pengatur risiko, atau penyeimbang portofolio apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kehilangan harga benda karena kejadian alam. ” Kalo diliat dari tabel dibawah akan keliatan berapa idealnya dana darurat yang harus disiapkan :

dana darurat

So, kalo liat dari tabel diatas, maka dana darurat yang harus kami siapkan yaitu 6x pengeluaran bulanan. Coba diitung-itung sendiri mana yang tepat untuk teman-temin yah. Misalnya, pengeluaran bulanan kami 4jt/bulan, maka kami harus sudah mulai siapkan dana darurat sebanyak 24jt. Besar yah? Haruskah disiapkan sekaligus? Gak ko, ternyata untuk memenuhi nya bisa secara bertahap dalam satu sampai tiga tahun ke depan. Penempatan dana darurat ini ada pada produk-produk beresiko rendah seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Atau pilihan lain yaitu Logam Mulia (LM).

*fiuhh.. baru satu langkah nih, sudah kebanyakan belum? Next post diterusin lagi langkah selanjutnya yah.. nah, untuk teman temin yang dah baca post diatas, coba ditentukan dulu, Tujuan Lo Apa? dan mau kapan tujuan itu ingin diwujudkan? Berapa dana darurat yang ingin dicapai? yukkk yuuukk.. mari buat buatttt..

-Amma-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s