Amma · Others

Rencana Keuangan untuk Rumah Tangga -1

Yosh! Yosh! Setiap kali mikir rencana keuangan, rasanya dada ini menggelora berbunga-bunga sekaligus harap-harap cemas mikirin angka dengan nol-nolnya mengular panjang, dan berseliweran di excel. Hihihi.. setiap kali ngitung-ngitung dan merumuskan itu yang bikin excited! Why? jelasss karena mikir: Gimana ini dapet nol segini banyak yaaaakkk.. aakkk.. mamakkkk… sayang bokap udah ga punya tanah buat digade, ato kontrakan yang bisa jadi aset aktif, biar kata bokap katanya anak betawi tulen. Sayang yah, anak2 betawi dulu banyak yang belum tau gimana ngelola aset, jadi gitu d, masa tuanya ga punya aset aktif yang bisa jadi cadangan dana pensiun.

Tapi, dipost kali ini bukan mau ngomongin kondisi keuangan ortu sendiri, tapiii.. lebih gimana caranya persiapan buat aku, suami, dan anak-anak nantinyah. Ga mau dong yah udah tua nanti malah pusing mikirin bagaimana nyari dana untuk biaya hidup sehari-hari pas pensiun nantinya? Mending biaya sehari-hari, lahh.. kalo masi ada tanggungan anak yang harus dibiayai pendidikannya? Atas dasar motivasi ini dan pengalaman hidup dari orang tua sendiri yang sudah menjalani hidup 50 tahun lebih, makanya terpikirlah untuk mulai menata keuangan mulai dari usia muda.

Kebutuhan RT

Aku sendiri mengenal rencana keuangan (financial planning) mulai 3/4 tahun yang lalu. Dengan rencana keuangan, Alhamdulillah bisa membiayai kuliah S2 sendiri dan juga membiayai pernikahan dengan nol rupiah bantuan ortu, alias tanpa bantuan finansial sama sekali dari orang tua. Dengan rencana keuangan, tiap bulan Alhamdulillah masih bisa menyisakan pendapatan untuk membantu orang tua, dan biaya kuliah/sekolah adik. Tapi rencana keuangan yang dulu dibikin cupu banget, cuman berbasis berhemat dan nabung aja. Lebih banyak mikirin jangka pendek, sedang jangka panjangnya bener-bener ga dapet.

Kalo sekarang, setelah baca-baca buku, terutama bukunya Mba Ligwina Hananto, Untuk Indonesia yang Kuat – 100 Langkah untuk Tidak Miskin (*sekalian promosi nih, blog sebelah lagi bikin sale buku bekasnya Mba Ligwina disini), baca-baca artikel, kultwit, cari-cari tahu lebih banyak di websitenya QM Financial, cari tahu soal reksadana, unitlink, dll. Akhirnya setelah menikah baru de nyoba-nyoba bikin rencana keuangan sendiri yang mulai sedikit ‘keliatan’ tujuannya jangka pendek & jangka panjangnya.

perencanaan-keuangan

Kenapa sih musti bikin rencana keuangan? emang perlu banget yah? Perlu banget apa perlu ajah? Itu yang pertama kali ditanyakan pada diri sendiri. Bukannya setiap orang ada rejekinya masing-masing yang diberikan Allah sehingga jangan takut miskin de, jangan takut berkekurangan, yahh.. kecuali untuk orang-orang yang kurang bersyukur. Apalagi kalo punya anak, anak pasti bawa rejekinya sendiri-sendiri tuh. Iihh.. mikirnya ga sejauh itu sih. Jawabannya simpel, demi masa depan yang lebih baik! Motivasi dasar yang aku tanamin dalam hati & pikiran :

  1. Aku mau kalo udah tua dan sudah pensiun, tidak menyusahkan anak-anak untuk menyokong hidup sehari-hari dan tidak menyusahkan saat sakit.
  2. Aku mau anak-anakku bisa sekolah setinggi yang mereka mampu, dengan biaya yang sudah diplanning, juga dengan usaha mereka untuk bisa mandiri.
  3. Aku tetap mau punya dana untuk berkontribusi membantu orang tua dan adik-adik.
  4. Terakhir, aku mau memberdayakan dan mensejahterakan orang lain yang ada disekitarku.

Kepanjangan ga? Baru latar belakangnya tuh :p di post selanjutnya aku mau share gimana caranya aku bikin rencana keuangan untuk Rumah Tangga kecilku yah. Sampai sini, semoga semua teman-teman termotivasi untuk merencanakan masa depan yang lebih baik juga. Yuk! bersama-sama menuju kesana 🙂

-Amma-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s