Amma · feeling me softly

end of the road

Baca judulnya, jadi inget lagu jaman jadul tahun 90-an yah? Buat yang lahiran tahun 80-an ke bawah pasti tau banget nih lagunya. Oops maaf, saya lahiran tahun 80-an ke atas, tapi inggeetttttt sama lagu inih! Dari kecil bergaul sama sepupu yang update banget sama lagu-lagu barat cihuy pada jamannya syih. Ihiyy.. kasi link dikit ah, biar refresh gituh yah..

Tapi, sekarang bukan mau ngebahas soal lagu itu sih, tiba-tiba aja keingetan dan ko kayaknya pas sama yang mau dipost sekarang. Seperti yang kita tau yah, roda kehidupan pastinya akan terus bergerak, kalo ada sehat pasti ada sakit, kalo ada lucu pasti ada garing, dan pastinya kalo ada perjumpaan ada perpisahan. Idih, ko jadi serius yah obrolannya? mengikuti kata hati aja nih, malem minggu lucu gini mustinya diapelin, eee.. malah ngejomblo di rumah :p *keinget jaman pacaran dulu. Ah.. malam-malam ditemani playlistnya Boyz 2 Men kayaknya mantapss.. sambil ngeteh? yukkk mariii.. #randommode: on

Sooo, bicara soal perpisahan, ada satu teman di satu tim yang akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor pertengahan bulan Mei ini. Orangnya sih saat ini sedang dalam rangka menghabiskan cuti tetapi dengan status sudah aktif di kantornya yang baru. Temen yang sudah dikenal mulai dari tahun 2005? *saking lamanya jadi lupa tahun tepatnya. Orang yang termasuk ‘lama’ di tempat kerja ini, dan orang yang tetep setia di kantor ini kalo tidak ada alasan khusus untuk resign. Ya, dia sangat punya alasan untuk resign.

Saat mengajukan diri untuk resign, sang teman sudah bilang terlebih dahulu kalo bukan dia yang aktif mencari pekerjaan lain, tetapi lagi-lagi berasal dari langsung ditawari nya dia dari suatu perusahaan. Dia pernah ditawari sebelumnya btw, dari perusahaan yang berbeda dan karena alasan masih ingin di sini, tetapi akhirnya menolak tawaran itu. Tapi kali ini, seperti yang dibilang tadi, dia punya alasan untuk menerima.

my team

Dalam hidup, pernah ada 2 orang yang mengajukan resign, keduanya laki-laki dan saat berbicara penuh ketulusan, sampai baik aku maupun mereka berkaca-kaca terharu karena harus berpisah. Salah satunya dia, teman ini. Berat yah, saat harus melepas seseorang yang menurut kita memiliki ‘value’, yang mungkin jarang dimiliki oleh orang lain. Tetapi apa hendak dikata, banyak alasan mengapa dia resign dan juga banyak alasan mengapa kita membiarkan mereka pergi.

Hufh.. malem minggu ko sedih2 ? Bagian positif dari suatu perpisahan adalah, bertemunya dengan orang-orang baru dan adanya kesempatan baru untuk orang yang pergi dan orang yang datang. Harusnya kita senang yah, banyak hal baru yang seharusnya bisa didapat, dapat anggota tim baru, kenalan dengan orang baru, dan belajar hal baru.

Wishing all of the best for my beloved friend. Semoga semua harapan, semua cita-cita, semua berkah dan hikmah terlimpah di tempat yang baru. Semoga selama bertahun-tahun di tempat ini menjadikan suatu pembelajaran yang mendewasakan, dan dapat berguna di tempat yang baru.

-Amma-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s