Amma · Appa · feeling me softly

My Appa

the more I know, the more I love. Meet my Appa, Taurus yang lahir hampir 28 tahun yang lalu, walo gak mengakui kalo dirinya dah mulai menua. Lahir dari keluarga besar Padang, dari 3 bersaudara yang kesemuanya laki-laki. Katanya sih, kata orang-orang juga, salah satu modalnya bisa survive di belantara Jakarta itu karena tampangnya yang ganteng (kalo Appa baca ini bisa senyum-senyum plus kembang kempis tu idungnya). Cowo yang keliatan cool di luar tapi sebenernya melankolis di dalam, hi3.

appa1

Awal ketemu tahun 2005, kebetulan si Appa baru masuk ke kantor dimana aku kerja, saat itu Appa masih kuliah S1, tapi diriku sudah lulus S1nya. Dasarnya aku yang ga tahan liat brondong lucu dan single, langsung aja ambil ancang2 untuk nggebet tanpa basa-basi. Setelah pedekate yang ga begitu lama, jadilah si brondong lucu ini pacar resmi tanggal 14 Agustus 2005, dannn berlangsuung sampe tahun 2012 tepatnya tanggal 06 Mei 2012, kami resmi menikah *uhuyyyy.

us2

Kenapa ko lama banget yah baru memutuskan untuk menikah? fyi, beda umur kami hampir 2 tahun. Seperti yang dimention di blog sebelumnya, kalo aku scorpio, berarti lahir di bulan november tahun 1983. Sedangkan si Appa Mei 1985. Memutuskan untuk menikah tahun 2012 pun itu karena dari aku yang memaksa memutuskan, kenapaaa? yaa karena umur lah ya, itu faktor pertama, lainnya karena memang kami berdua sudah menyelesaikan target jangka pendek kami, terutama dari sisi pendidikan. Kami berdua punya target menyelesaikan S2 dulu baru bicara mengenai pernikahan, dan pada saat kami telah menyelesaikan S2, baru persiapan pernikahan benar-benar dimulai.

wisuda

Sebenernya Appa sendiri maunya masih di tahun depannya lagi menikahnya, berarti tahun 2013 ini yah. Tapi gimana yah, si gatel ini udah kepengenan nikah cepet sih, he3. Tapi setelah menikah, Appa ga nyesel tuh, jangan-jangan ngakunya ga nyesel yah daripada diamuk massa :p

me

Appa yang dulu dan sekarang ga banyak berubah, cuma pola pikirnya aja yang semakin dewasa. Mungkin karena dia merasa anak tertua jadilah musti keliatan berwibawa di hadapan ade2 dan ortunya. Pemikiran dewasa ini sepertinya juga  akibat tertular temen-temen dosen dan belajar dari pengalaman hidup mereka. My Appa adalah cowo yang punya solidaritas tinggi, kalo bisa dibilang, hidupnya dilingkari sama temen-temennya. Appa suka banget ngumpul bareng temen-temennya, makanya ga heran kalo hampir tiap malem dia ada di tempat tongkrongannya yang biasa, warung pecel lele. Walo kadang merasa jadi nomor dua, tapi rasanya itu lebih ok daripada dia ngelayap kemana-mana yang aku ga tau. Eniwei, aku tau hampir semua temen-temennya, so.. aman lah yah.

Appa cinta mati sama futsal, he said: Futsal is my life! Makanya, selain temen-temennya ada satu lagi yang berharga buat dia : Futsal. Dari jaman pacaran sampe sudah nikah, 2x seminggu pasti diluangin waktunya buat maen futsal, malah bisa 3x seminggu, makanya ga heran kalo dikamusku, ga ada yang namanya malem mingguan bareng pacar, malem minggu diabisin sama BFFs, oh.. nanti aku ceritain soal mereka di post yang lain yah.

futsal

So, for me, now.. my Appa is my best. Kami bukannya ga pernah punya masalah, bukannya ga pernah ribut. Tapi karena cara dia memandang masalah, cara dia memberikan solusi dan memaklumi banyak hal, Appa is my all, and aku bersyukur untuk itu.

Kalau Appa baca postingan aku yang inih, jangan lupa yah kalo Amma cayaaannnggg cama Appa.. :* kisskissmuahmuah

-Amma-

Advertisements

2 thoughts on “My Appa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s